Adab Belajar Sebagai Pelajar dan Anak

Kedudukan tertinggi setelah ilmu adalah adab. Siapapun yang berilmu tapi tak memiliki adab, ya sama saja dengan orang yang tak berilmu. Lantaran hal itulah, adab atau yang lebih dikenal dengan sebutan karakter menjadi kunci akan reputasi (nama baik) seseorang.

Orang yang berilmu belum tentu mempunyai adab. Namun, seorang yang beradab biasanya memiliki ilmu dan bersungguh-sungguh menjaga ilmunya dengan adab yang dimilikinya
Sudahkah #temanpembelajar memiliki adab dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari ?

Teruntuk generasi peradaban !

Adab Belajar Selama di Sekolah

Sekolah, adalah rumah kedua sebagai ruang untuk membangun aktivitas belajar yang menyenangkan. Pemikiran tersebut harus kita tanamkan sebagai pondasi bahwa belajar di bangku formal adalah sesuatu kebutuhan.

Bagaimana tidak? Masuk TK dua tahun. Menempuh pendidikan Sekolah Dasar (SD) 6 tahun. Wajib lanjut Sekolah Menengah Pertama 3 tahun harus ditunaikan. Karena program pemerintah wajib belajar 9 tahun harus dikerjakan. Lanjut lagi ke jenjang Sekolah Menengah Atas 3 tahun. Masuk dunia perkuliahan 4 tahun. Jika dihitung, 18 tahun kita belajar menuntut ilmu.

Harapannya, generasi peradaban yaitu #temanpembelajar (pelajar) menjadi manusia yang berbudi pekerti luhur, berkarakter dan memiliki wawasan tinggi. Yang hasil akhirnya nanti, #temanpembelajar bisa mandiri menghadapi segala persoalan hidup yang dihadapi.

Tidak mungkin kan, selamanya #temanpembelajar akan bergantung pada orangtua ? Atas dasar itulah, #temanpembelajar harus punya adab yang diamalkan dan dimulai dari sekarang.

Adab Belajar Sebagai Pelajar dan Anak

Berikut adab belajar selama di sekolah :

Berdoa dengan niat yang tulus

Mengawali segala kegiatan dengan cara yang benar dan niat karena Allah semata. Insha allah, proses belajar akan dimudahkan dan lebih berkah. Niat tulus menuntut ilmu, agar mendapatkan ganjaran yang sepadan. Oleh sebab itu, khusyu’lah ketika berdoa. Minta seluas-luasnya doa terbaik agar ilmu yang kita peroleh membawa keberkahan. Memberikan kebermanfaat bagi sesama #temanpembelajar.

Fokus Menyimak Penjelasan Guru

Adab yang perlu dibiasakan sejak dini. Menyimak penjelasan guru ketika menerangkan di kelas. Belajar kreatif dengan bertanya, jika ada bahan belajar di sekolah yang sekiranya belum paham. Bukan ramai sendiri, atau ngobrol dengan dengan teman sebangku sehingga menimbulkan kegaduhan kelas. 

Adab baik dalam agama yang wajib dilakukan adalah ketika guru menjelaskan, #temanpembelajar menyimak. Sebagai bentuk rasa hormat dan menghargai guru di dalam kelas.

Menjaga Ketenangan dan kebersihan

Kebersihan kelas ya tanggung jawab bersama teman satu kelas. Begitu juga dengan menjaga ketenangan di kelas bisa terwujud jika #temanpembelajar memiliki kesadaran tinggi untuk bergotong-royong mewujudkan kelas yang nyaman untuk belajar.

Sebagai contoh, melakukan piket kelas sesuai jadwal. Menjaga ketenangan kelas baik itu ada gurunya maupun tidak. Mungkin, pada saat pergantian jam pelajaran, Bapak/Ibu guru belum sampai di kelas, jika 10 menit belum hadir, #temanpembelajar bisa menghampiri guru terkait untuk sekedar mengingatkan atau menanyakan tugas (bila ada). Sebagai wujud hak kita sebagai pelajar atas pemenuhan hak dasar kita (pelajar) mendapatkan wawasan baru dari guru.

Hindari Menggunakan Barang Milik Orang Lain

Terlalu sering menggunakan brang milik teman juga tidak bagus #temanpembelajar. Ibarat kata, njagakke (mengandalkan barang teman) hanya untuk memenuhi kebutuhan kita ya sama saja dengan merugikan. 

Minimal, ijin dulu kepada temannya. Bilang baik-baik untuk menggunakan barang tersebut. Setidaknya, menjaga barang dan mengembalikan ke bentuk semula adalah sebuah tanggung jawab

Menghormati Guru

Kalau tak ada guru, pelajar juga tidak akan mendapatkan informasi serta teladan yang baik dari seorang guru, sepakat ?.

Makanya, menghormati guru itu wajib. Bukan dengan setiap kali bertemu memberikan hormat dan siap tapi, lebih ke bagaimana kita memperlakukan dengan baik seorang guru. Mencontoh yang baik-baik. Bersikap sopan kepada guru baik di dalam maupun di luar kelas. Minta doanya juga agar kesuksesan selalu menghampiri keberuntungan nasib diri sendiri.

Tidak Menyontek Dalam Mengerjakan Tugas/ Penilaian

Mungkin nampak sepele, jika #temanpembelajar mencermati, mencontek adalah akar permasalahan yang besar karena bagian dari indikasi korupsi. Korupsi nilai yang dilakukan dengan cara mencontek akan jadi sebuah kebiasaan buruk jika tak segera dihilangkan.

Ibarat kata, mengerjakan suatu hal tapi yang kita kerjakan bukan dari kerja keras sendiri. Bagaimana orang akan menilai kinerja kita jika dalam mengerjakan saja tak ada usaha dan upaya keras untuk bisa? Dan jika berlarut-larut, bisa menjadikan diri kita di cap pemalas karena malas mikir. Ya nggak sih ?

Pada prinsipnya, mengerjakan tugas apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati, diiringi kesungguhan hati yang tulus akan lebih berkesan ketimbang mencontek.

Menghargai setiap proses adalah pengalaman terbaik dalam hidup. Noted !

Adab Terhadap Orangtua

Jika #temanpembelajar telah mengetahui adab belajar di sekolah. Kini saatnya, melek literasi untuk mengamalkan adab terhadap orangtua agar lebih hormat.

Maksudnya ?

Adab Belajar Sebagai Pelajar dan Anak

Begini #temanpembelajar.

Orangtua, adalah ayah dan ibu yang wajib kita hormati. Membantah saja tidak boleh kok, apalagi tidak hormat sama orangtua. Yang jelas DOSA BESAR.

Hayo, siapa yang disini masih suka marah-marah sama ayah dan ibu ketika dirumah ? cung tangan ! hehehehe

Adanya adab, adalah perwujudan seorang atas ilmu yang dimiliki. Sehingga muncul kalimat “Adab terhadap orangtua” sebagai bentuk menjembatani agar kita bersikap baik dan sopan kepada orangtua.

Beberapa Adab yang bisa #temanpembelajar aplikasikan kepada orangtua dalam kehidupan sehari-hari adalah :

Tidak Berkata Kasar/Kotor

Memanggil orangtua dengan panggilan sayang akan lebih bermakna. Sebagai contoh, “ibu”, “bapak”, “panjenengan”, “abi”,”umi”, “mama”, “papa” atau sebutan lainnya akan lebih memebrikan sentuhan hangat kepada orangtua. Ditambah nada halus yang muncul dari mulut kita.

Bukan misuh-misuh, membentak, marah-marah dan berani pada orangtua. Salah besar itu.

Mendoakan Orangtua

Mungkin orangtuamua tidak lengkap. Yang satu sudah meninggal. Tahu orangtuamu ada, tapi tak pernah disisimu untuk mendampingi tumbung kembangmu. Atau, #temanpembelajar punya orangtua lengkap tapi sibuk bekerja sehingga lupa untuk memberikan kasih sayang .

Yakinlah, bahwa orangtua tak menginginkan kondisi tersebut. Intinya, apapun keadaan orangtua ya kita harus mau menerima dengan lapang dada. Mendoakan sepanjang waktu yang terbaik bagi mereka. Orangtua kita yang telah melahirkan dan membesarkan kita. Mereka berusaha memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Bersyukur Akan Kehadiran Orangtua

Kita tidak bisa memilih bakal lahir dari rahim siapa. Apapun kondisi orangtua meskipun suka marah-marah ketika dirumah. Bahkan #temanpembelajar sering dibanding-bandingkan dengan saudara/ teman lainnya. Justru itu bisa menjadi momen baik untuk berbenah diri. Balut semua rasa itu dengan penuh rasa syukur. Berdoa dan meminta sama Allah, bahwa #temanpembelajar tetap senang memiliki orangtua seperti sekarang.

Berbuat Baik Terhadap Orangtua

Contoh nyata, ketika #temanpembelajar sedang asyik bermain gadget. tetiba lengkingan suara ibu minta tolong untuk membelikan cabe di warung sebelah . Lantas apa yang bakal #temanpembelajar lakukan ?

Bergegaslah memenuhi panggilan orangtua. Letakkan gadget di suatu tempat dan pergi memenuhi penggilan orangtua. Insha allah, akan bernilai ibadah.

Penutup

Yuk, kita manfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Menghargai ilmu dengan menerapkan adab yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lelah untuk menjadi orang baik. Karena menjadi orang baik juga butuh perjuangan. Menjaga konsistensi menabung amal kebaikan untuk investasi di akherat.

علم بلا أدب كنار بلا حطب، و أدب بلا علم كروح بلا جسد

“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Adabul Imla’ wal Istimla’ [2], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [10]).











Referensi Pendukung
Gambar , dari freepik design canva by Windi


11 komentar

  1. Setuju banget bu guru! Dahulukan adab sebelum ilmu. Orang yang beradab pasti berilmu, sedangkan orang yang berilmu belum tentu beradab. Titip anak-anak kami, generasi emas Indonesia di tangan para guru-guru yang bermartabat. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kebahagiaan untuk para guru, Agar senantiasa dapat memberikan pelajaran adab yang maksimal.

    BalasHapus
  2. Nah, adab ini yang mulai luntur. Pernah lihat tayangan bully siswa terhadap guru..miris sekali rasanya

    BalasHapus
  3. Peranan Bimbingan dan Konseling atau BK di sekolah sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada siswa tentang adab-adab apa saja yang harus dimiliki seorang siswa, baik kepada guru maupun kepada orang tua.
    Semoga setiap anak didik dapat memahami pentingnya adab sebelum ilmu, agar proses belajar mencari ilmu dapat berjalan dengan baik dan juga penuh keberkahan

    BalasHapus
  4. Kita sebagai pendidik mau kasih nilai berapapun bisa banget tapi untuk urusan adab tuh luar biasa membiasakannya apalagi ketika berbenturan dengan parenting bawaan dari rumahnya. Semoga anak-anak kita menjadi sosok yang mendahulukan adab daripada ilmu.

    BalasHapus
  5. Setuju mbaa, jngn lelah menjadi orang baik. Ada adab yg banyak dianggap remeh sekarang ini oleh para penuntut ilmu, yaitu menghormati sang guru. Padahal kalo mau berkah ilmunya, harus memuliakan yg menyampaikannya ya mba, biar ilmunya berkah. Atau mungkin bnyk guru yg mengecewakan juga yaa. Aah ya itu tadi, yg penting dimulai dri kita dulu yaa, baik ketika di posisi JD guru atau ketika jadi murid, kita bisa mendidik diri kita jdi orang baik

    BalasHapus
  6. Sepakat, Bu, pendidikan karakter itu penting ditanamkan sejak anak usia dini. Hal-hal baik yang dibiasakan sejak kecillah yang akan membentuk kepribadiannya.

    BalasHapus
  7. Sepakat, adab dulu sebelum ilmu, hal ini penting agar saat setelah mendapatkan ilmu tetap beradab, bagaimana mungkin menjadi negara yang beradab jika tidak ditanamkan adab sejak kecil

    BalasHapus
  8. Bener banget mb, orang berilmu belum tentu beradab. Banyak sekali cerminan manusia jaman now yg seperti ini. Memang adab harus diajarkan sejak dini, ya.

    BalasHapus
  9. Setuju banget. Dan ini yang sekarang mulai luntur. Sekarang memang unggah-ungguhnya murid ke guru kurang sekali. Ibuku sendiri (seorang guru) mengakui kalau murid sekarang jadi lebih 'kurang ajar' ke gurunya. Entah kenapa, tapi memang butuh pendekatan khusus kalau mau mengajarkan adab ini, apalagi kalau muridnya sudah mulai remaja. Jadi makin kurang ajar. Apa cuma muridnya ibuku aja?

    BalasHapus
  10. Setiap kali saya ngajar, sebelum memulai kelas, saya selalu menekankan adab menuntut ilmu kepada para mahasiswa. Sepinter apapun, adab tetap nomer satu. Makasih mbak Windy sudah diingatkan

    BalasHapus
  11. masyaallah..pelajaran adab ini memang tak main-main ya.. harus lembut masuknya dan penuh teladan..apalagi biasanya contoh yang dilihat di lingkungan bertolakbelakang dengan rumah dan sekolah..semangatt buat para orangtua dan pendidik

    BalasHapus