On The Way Guru Penggerak, Tugas Guru Sebagai Pendidik

Pada sesi kali ini, saya mau menceritakan secuil kisah on the way guru penggerak. Tulisan ini saya buat sebagai pengikat dan bentuk rasa syukur. 

Alhamdullillah, saya lulus calon guru penggerak. Mulai dari tahap administrasi, simulasi mengajar dan wawancara telah berhasil saya lewati.

Tinggal menunggu masa pendidikan guru penggerak, yang rencananya akan saya ikuti selama 9-12 bulan. Amazing ya. Doakan semoga saya kuat.

Tugas Guru Sebagai Pendidik

Kalimat yang terpatri dan saya yakini, bahwa tugas guru adalah sebagai pendidik. Program guru penggerak ini, menjadi wadah yang tepat untuk mengupgrade segala hal yang dibutuhkan guru agar semakin profesional.

Mendidik diri sendiri ya mendidik siswa-siswinya. Kalau mau dirunut secara rinci, ya kapasitas guru sebagai pendidik harus benar-benar dipenuhi oleh tiap personal.

Sejujurnya, niat awal ikut CGP (Calon Guru Penggerak) itu karena keingintahuan, seperti apa sih sebenarnya kurikulum merdeka itu ?

tugas guru sebagai pendidik
Mengajar di sekolah yang sekarang, sering memunculkan pertanyaan dalam hati yang membuat saya haus untuk menjadi pendidik yang sebenar-benarnya. Menjadi pendidik yang tulus, tak mudah mengeluh dan memanusiakan manusia.

Kalau dilihat dari kaca mata seorang konselor, ingin rasanya menjadi guru yang disegani murid. Menjadi teman terbaik atas segala permasalahan maupun tantangan yang dihadapi murid.

Apa Tugas Seorang guru di Sekolah ?

Menjalankan tugas guru sesuai tupoksi adalah suatu kewajiban. Yang saya lihat, ketika posisi guru sudah berada dalam zona nyaman. Justru kinerja seorang guru tak selamanya profesional. Stagnan berada di pengalaman yang itu-itu saja. Alias, perihal upgrade diri untuk meningkatkan skill set up sebagai seorang guru semakin menurun.

Makanya, program guru penggerak bisa menjadi alternatif terbaik untuk mendongkrak semangat mengajar tetap konsisten. Insha allah.

Peran guru selain mengajar

Saya merasakan, tugas guru sekarang jauh lebih banyak. But, kembali kepada masing-masing orang juga sih. Selain mengajar, biasanya guru juga ketambahan tugas menjadi wali kelas, menduduki jabatan utama di sekolah seperti kurikulum, kesiswaan dll. Bisa juga di dapuk sebagai bendahara BOS, kepanitiaan kegiatan dan lainnya.

Kesemuanya, bahwa inti dari peran menjadi guru adalah menjadi teladan, teman belajar para murid serta melayani murid sepenuh hati. Bila murid butuh bantuan karena tidak paham akan pelajaran, ya tugas guru itu membantunya. Jika sikap dan perilakunya kurang baik, ya di tegur dan ditindak sesuai aturan sekolah.

Ceritaku otw Guru Penggerak

Saya yang memang tidak bisa diam untuk belajar dan belajar, ketika ada kesempatan dan sekiranya mampu ya akan mencoba program pendukung profesionalitas guru agar semakin bijaksana lagi dalam menjalankan profesi.

Dengan segala kekurangan, ya tidak disangka-sangka juga bisa lolos administrasi program guru penggerak. Tahap paling awal dan utama yang justru membuat saya penasaran untuk bisa ke tahap berikutnya.

Sebab, saya lolos sendirian. Dari beberapa teman satu sekolah yang mendaftar, masha allah, tabarakallah. Nama saya tercantum jelas bahwa windi astuti dari SMP N ...... Kediri lolos.

Jadi rajin cek SIMPKB. Pemberitahuan semuanya masuk disitu. Jika lalai sehari saja buka SIMPKB, ya wassalam.

Bersyukur, tahap simulasi mengajar dapatnya jam pagi. Walau pada saat proses simulasi cukup menuai banyak rasa. Bersyukur banget, bisa lolos ke tahap wawancara.

9 Oktober. Pagi itu menjadi saksi betapa ribetnya diriku. Yang kekeuh untuk membersamai dulu perform anak-anak, tampil di panen raya suara demokrasi. Baru bisa fokus mempersiapkan simulasi mengajar 60 menit sebelum waktunya.

Gugup, was-was dan takut juga iya. Beragam kekhawatiran datang menghampiri. Qodarulloh, kok ya saya baru bisa join di Google meet . ketegangan yang semakin menjadi, datang lagi. Asessor menegur saya karena suara di luar berisik.

Maklum, bersamaan dengan acara besar pemilihan ketua osis ditambah panen raya suara demokrasi kelas 7 dan 8. Sampai-sampai ditanya assessor “KTP”, saya denarnya “PPT”. Seketika, saya langsung lari mengambil KTP di tas.

Pada saat simulasi mengajar di mulai, saya pun cukup singkat dalam menyampaikan. Rasa khawatir bertambah. Lah, kok saya masih ada beberapa menit dari ketentuan. Dihujani pertanyaan yang cukup memutar otak untuk menjawab. Alhamdulillah, kok ya lulus ke tahap berikutnya.

Sensasi Tahap Wawancara

Ketika jadwal muncul, auto bingung. Sebab, dapat hari sabtu dan ada si kecil yang takutnya bikin rusuh saat wawancara berlangsung.

Bismillah, apapun kondisinya, semoga baik-baik saja. Wawancara lancar dan aman, di rumah. Meski pada kenyataannya, di akhir-akhir sesi si kecil menampakkan diri di depan layar . Ingin BAB, dan dia bingung mau minta tolong bagaimana?. 

Kode yang saya baca dari si kecil, langsung saya respon cepat. Sambil mulut tetap menjawab pertanyaan asessor. Jeda ke pertanyaan berikutnya, saya ijin untuk ke belakang 3 menit. Alhamdulillah diperbolehkan. Karena memang posisi di rumah saat sesi , cuma berdua saja.

Akhir Kata

Ketulusan selama proses, menjadi kunci yang tak ternilai. Apapun kondisinya, masha allah. Ada sebuah keajaiban yang ternyata bisa menjadi surprise terbaik. Mendapatkan predikat "lulus" untuk ke tahap PGP adalah suatu anugerah bagi saya.

Tugas guru sebagai pendidik, sebuah kewajiban. Upgrade skill set up adalah kreativitas yang harus diwujudkan.

Semoga kualitas pendidikan di Indonesia semakin baik dan menyenangkan. amiin

Posting Komentar